
Alhamdulillah selesai juga kerjaan, buat surat undangan pernikahan punya temen 1000 pcs.
Seneng sekaligus sedih karena ternyata perhitunganku meleset dan untungnya nggak sebesar yang kuperkirakan, malah boleh dikatakan untungnya hanya untuk upah lelah doang.
Ceritanya temen pesen undangan ke aq n desainnya dia bawa sendiri, memang bagus sich warnanya jg kalem tapi karena dia bw contoh maka terpaksa aq harus desain ulang supaya sama dengan contoh yang dia bawa.
Desain selesai, sample jg dah approve tinggal proses cetak, nah disini kesalahanku terjadi. Ternyata harga yang kuajuin terlalu murah nggak sebanding sama proses buat plat film, plat alumunium dan ongkos cetaknya.
Itungannya begini :
- beli kertas tik 1000 lbr : Rp. 200.000
- ongkos buat film separasi : Rp. 150.000
- ongkos buat plat cetak : 4 x Rp. 20.000 = Rp. 80.000
- ongkos cetak : Rp. 350.000
- beli plastik : 1000 x Rp. 4.000 = Rp. 40.000
- beli kertas A4 u/ peta : Rp. 30.000
total biaya produksi : Rp. 850.000
sedangkan harga yang kuajuin Rp. 1000 x 1000 pcs = Rp. 1.000.000
jadi untung Cuma Rp. 150.000 belum kepotong biaya bensin, cetak peta, dan cetak ucapan terima kasih.
Jadilah istriku ngedumel aja, katanya kerjaan Cuma bikin capek aja nggak ada untungnya. Haha..
Okelah ini kubuat sebagai bahan belajar karena memang ini baru pertama kali aq cetak undangan pakai sistem film separasi biasanya aku cetak pakai printer
Oya kalo temen-2 ingin mengetahui yang lebih banyak tentang teknik percetakan bisa mampir ke blognya kang cepi http://rumahcahaya.com disitu banyak dibahas mengenai
Percetakan dan peluang bisnisnya.